Tingkatkan Value dengan Mengenali Microinteraction

Microinteraction_Post MediumMicrointeraction merupakan Interaksi kecil yang biasanya tidak terlihat dan tidak disadari oleh kebanyakan orang. Namun hasilnya mampu memberikan dampak besar bagi orang lain. Microinteraction bisa dilakukan secara direct dengan hal hal kecil seperti mengganti mode getar saat di kantor dan secara indirect seperti adanya fitur translate di instagram secara otomatis apabila caption berbahasa asing.

Sedangkan, menurut Dan Saffer microinteraction juga bisa diartikan sebagai hal kecil yang membedakan dari produk digital yang bagus dan produk lainnya. Dalam dunia teknologi, penerapan microinteraction merupakan bentuk perhatian kita terhadap detail yang sering dilewatkan, namun banyak membantu orang-orang dalam kehidupannya. Contohnya : Silent hp, toaster roti yang naik saat selesai, rice cooker yang berbunyi saat nasi matang

Microinteraction dibagi menjadi 4 bagian yaitu:

1. Trigger 

Merupakan suatu hal yang memicu microinteraction, yang
dibagi menjadi 2 bagian berdasar inisiatornya :

  • Diinisiasi oleh user atau kegiatan yang dipicu oleh pengguna itu
    sendiri. Contohnya saat user menekan tombol untuk mengunci mobil.
  • Diinisiasi oleh system, atau kegiatan yang dipicu oleh suatu sistem. Contohnya ada notifikasi saat email masuk yang mendorong user untuk “checking”.

2. Rules

Hal yang terjadi setelah dilakukan trigger/pemicu. Contohnya “apakah yang terjadi setelah memencet tombol kunci mobil.”

3. Feedback

Feedback diperlukan agar user mengetahui goals dari microinteraction. Atau bisa didefinisikan sebagai signal kepada user bahwa hal yang dilakukan telah dideteksi oleh system. Contohnya : Iphone bergetar ketika diatur menjadi mode silent, yang menandakan perubahan mode sudah berhasil dilakukan.

4. Loops and Modes

Pengaturan lebih lanjut atau apakah ada interaksi berulang atau berubah seiring waktu. Contohnya : tombol di ebay saat pembelian pertama tertulis “Buy Now”, dan apabila membeli lagi produk yang sama di kemudian hari maka tombolnya akan berubah “Buy Another”.

Dan berikut merupakan beberapa tips yang diberikan Dan Saffer dalam
melakukan microinteraction :

  • Mendata secara detail dan fokus (list to do) berbagai microinteraction
    sebagai bahan yang bisa untuk dimasukkan ke dalam produk.
  • Membuat efisiensi fitur untuk 1 tujuan, agar tidak terlalu kompleks.
  • Menggabungkan berbagai microinteraction yang kita buat agar
    menjadi satu kesatuan.