Tantangan dan Peluang Bisnis

Tantangan dan Peluang Bisnis_Website

Dalam masa pandemi seperti saat ini, pelaku usaha (bisnis) terkena dampak yang cukup besar. Ditambah dengan telah berkembangnya era digital menuntut pelaku usaha untuk berpikir kreatif dalam melihat tantangan dan peluang bisnis di depan mata. Kesigapan dalam merespon situasi dan kondisi harus dilakukan untuk membuat usaha yang dimiliki tetap bisa survive. Keharusan untuk mengurangi kontak langsung diprediksi akan meningkatkan digitalisasi kegiatan berbagai sektor, mulai dari bidang kesehatan hingga perdagangan.

Sebelum merumuskan strategi, pelaku usaha harus mengetahui beberapa tantangan dan peluang usahanya di masa pandemi ini. Berikut telah kami rangkum beberapa tantangan dan peluang era digital pada masa pandemi ini:

Ketidakpastian Global@300x

Ketidakpastian Global

Kondisi ini selain disebabkan oleh adanya persebaran virus COVID-19 juga karena adanya perang dagang sengit antara China-AS. Sehingga berpengaruh ke sektor perdagangan dunia. Dampak dari ketidakpastian global pada pelaku usaha adalah menurunnya optimisme para pelaku usaha. Sehingga jika optimisme para pelaku usaha ini turun maka akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih penurunan ini menyebabkan banyak sekali orang kehilangan pekerjaan karena perusahaan sudah tidak mampu bertahan.

Persaingan@300x

Persaingan Semakin Ketat

Kecanggihan teknologi yang digunakan seluruh pelaku usaha akan memudahkan akses kegiatan bisnis di berbagai sektor. Sehingga hal ini yang akan menjadikan semua pelaku bisnis semakin mudah memasarkan dan menjangkau target pasarnya. Namun, karena kemudahan ini juga para pelaku usaha akan semakin ketat dalam persaingan karena pasar akan semakin mudah membandingkan produk satu dengan yang lainnya dan dapat dengan mudah dan cepat memilihnya.

Peluang@300x

Transformasi Digital

Keterbatasan interaksi langsung antar orang menekan transformasi digital untuk berkembang dan meningkat lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan pokok manusia yang harus tetap dipenuhi. Digitalisasi diperlukan untuk menunjang kondisi tersebut. Dengan adanya transformasi digital yang cepat maka persoalan kontak langsung antar orang akan terselesaikan.

Investasi pada Teknologi

Masih nyambung dengan poin sebelumnya, selain harus melek digital dan melakukan transformasi digital, maka pelaku usaha harus ingat bahwa melakukan transformasi digital berarti berinvestasi untuk masa depan. Tidak menutup kemungkinan, benefit transformasi teknologi digital tidak hanya berpengaruh pada saat pandemi sekarang ini namun hingga masa depan. Karena perubahan yang memunculkan kebiasaan baru akan membuat budaya baru dalam kegiatan usaha.

Zero-Surveillance

Bisnis saat ini bisa dilakukan dan dikontrol dari jarak yang cukup jauh menggunakan website, e-mail, dan fitur chatting. Permasalahan yang kerap terjadi dengan metode komunikasi jarak jauh ini adalah hilangnya sosok pemimpin atau bisa disebut zero-surveillance. Pemilik bisnis kerap berkomunikasi dengan karyawannya hanya mengenai hal-hal yang berhubungan bisnis. Padahal karyawan membutuhkan keakraban dengan pemimpinnya untuk menjalin komunikasi yang baik dan menambah semangat untuk bekerja.

Namun, dengan konsep zero-surveillance sebenarnya menjadi peluang dalam mengembangkan bisnis di era digital. Pegawai pada perusahaan lebih leluasa dalam mengembangkan kreativitas dan peran penting tidak hanya dipegang oleh pemimpin namun semua unit karyawan sehingga kinerja perusahaan dapat lebih produktif.